Minggu, 28 Februari 2010

Panggilan sebagai penari


Saya mau terus belajar mengucap syukur atas segala perkara, Tuhan telah memanggil saya dimasa awal kuliah saya melalui "kelahiran baru". Bukan saya yang memilih Dia, tapi Dia yang memilih saya. Seiring dengan pengenalan akan Dia, saya dibawa menjadi seorang penari bagi Tuhan, awalnya memang merasa malu, karena terbayang pikiran negatif orang tentang pria yang menari, seringkali kebanyakan orang menganggap saya bukan pria sejati, dan punya orientasi menyimpang. Namun, dengan belajar mengucap syukur dan berserah saya dapat terus malangkah.
Menjalain proses ini memang tidak mudah, hanya Tuhan yang sanggupkan saya terus berada dalam panggilannya. Pernah saya merasa putus asa, dan seolah telah berjalan kearah sebuah tembok. Ketika saya ke Jakartauntuk bekerja, dan memutuskan untuk ber-jemaat di sebuah gereja lokal, saya memiliki pembimbing Pemahaaan Alkitab. Pada awalnya beliau jg tidak terlalu setuju kalo saya menari, salahsatu alasanya karena saya pria, sampai saya ajak beliau menonton DVD tentang tarian Banner. Barulah beliau memberi izin kepada saya untuk melayani di tarian.

Bersama rekan-rekan penari setelah pelayanan Ibadah Raya Natal 2008


Bebarapa bulan lalu saya memutuskan untuk ikut kursus "dance with flags" di Mainstream, Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Banyak teknik yang ternyata selama ini belum saya ketahui. Padahal saya mulai belajar Banner lebih dari 6 tahun yang lalu. Puji Tuhan Tuhan mencukupkan biaya kursusnya. Pernah bulan lalu saya harus bayar biaya kursus dan ujian, saya tidak punya cukup uang. Sesak rasanya, teman pelayanan ga ada yang perduli soal biaya kursus saya, Saya sejak awalpun hanya meminta uang pendaftaraan aja dari Gereja, biaya bulannya saya yg komitmen bayar. Namun, berserah kepada Tuhan ternyata memang enak dan luar biasa. Berkat ternyata datang bukan dari gereja lokal saya, namun melalui seseorang yang memang Tuhan sediakan. Saya juga tidak mau menghakimi rekan2 pelayanan saya, namun ternyata menyangkal diri dan tetap berserah kepada Tuhan menang menyakitkan, namun membuahkan hasil yang luar bisa. Terima kasih rekan-rekan pelayanan, berkat gesekan dari kalian saya berani terus berjalan maju. Karena saya merasa saya-lah (karena pernah dalam beberapa bulan saya hanya penari pria sendiri) yang Tuhan tetapkan untuk membela dl"ladang" tari-tarian. Puji Tuhan, saya bersyukur saat ini Tuhan telah mengirimkan dua orang penari pria dalam tim kami. PUJI TUHAN.
Terima kasih untuk pembimbing saya yang mau mengerti dan mendukung saya dalam pelayanan.
Terima kasih TUHAN,karena Engaku mempertemukan saya dengan pembimbing seperti dia,dan rekan2 pelayananan.
luka setelah pelayanan ( jari kiri)






luka setelah pelayanan (jari kanan)

4 komentar: