sekitar bln Agustus 2001, sy merasakn getaran lain pada seorang gadis, yg awalnya sy anggap sebagi teman. Kemudian sy pun mulai berdoa untuk dia, sy berharap dia menjadi pasangan saya dikemudian hari.Sy konsultasikan dengan pembimbing rohani sy, saat itu ialah Bang Antonius Parangin-angin, dia menyarankan pd sy untuk mendoakanya, dan mulai mengajak dia berdoa bersama. Dia memberi respon positif mau berdoa sepakan setiap rabu malam.
saat saya menyatakan kepada dia untuk pertama kalinya, dia hanya bilang " kita temanan aja, dan kita saling kenal dulu. Lagi pula saya mau fokus dulu kuliah" begitu kurang lebih jawabannya. Sy hanya menerima aja, dan menaruh pengertian pada dia karena menurut anggapan sy dia memberi harapan.
Setelah dia selesai kuliah. sy coba menyatakan lagi keinginan sy untuk menjadikan dia teman hidup saya, dan mengasihi dia. Dia jawab " sy blom kepikiran buat menjalin hubungan yg lebih jauh." Disini selama menunggu dia selesai kuliah, sy tidak terlalu banyak pedekate.
Bln November 2009, dia pindah kerja ke jakarta, sy berusaha semakin intensif, dan berusaha bertemu dengan dia. Saat saya tau dia pindah kerja ke JKT, sy merasa ini jawaban dari TUHAN untuk saya. Namun, sampai bln januari 2010 kami tidak pernah bisa ktemu, dia selalu menghindar. smpai akhirnya dia sms sy, bahwa dia sudah tidak punya "feel" lg pada sy spt dulu. Nah, dari situ saya putuskan untuk tidak berharap lagi pada penantian tersebut. Secara manusia sy merasa sakit, setia 8 tahun tanpa menjalin hubungan dnegan peremopuan lain, dan ditampik dengan hanya dia ga punya "feel" lg samaku. Puji Tuhan sy dpt melepas dia, skrng yg jd pengharapan sy adalag TUHAN saja, dan DIA sanggup memberikan saya teman hidup yang terbaik.


THANK YOU LORD