Selasa, 22 Desember 2009

Mencari Jarum dalam tumpukan jerami

Seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami, dimikianlah peribahsa yang cocok untuk saya dalam mencari teman hidup.
Ternyata tidak mudah untuk menemukan teman hidup, meski kita sudah yakin, namun ada saja kendalanya. Namun satu hal yang saya yakini susah bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Rabu, 09 Desember 2009

perjalanan Seribu Mil

Perjalanan seribu mil di mulai dengan satu langkah kecil yang mantab.

mulailah sekarang sesuatu pekerjaan saat masih ada waktu, dan lakukanlah dengan konsisten (tak jemu-jemu)

Rabu, 02 Desember 2009

Para Pembimbing Rohaniku



Pertama kali saya masuk dalam kelompok pemuridan (Pemahaman Alkitab)atau seing disingkat PA, adalah saat saat masuk dunia kampus. Pertama kali saya dibimbing oleh Bang Yopy Halomoan Sinaga, dari beliau saya belajar kedisiplinan, penguasaan diri, membangun hubungan yang intim dengan TUHAN.
Bersama para pembimbing ini memang banyak sukanya, saya belajar banyak dari mereka.
Bang Yopy, meski tidak "PA" lagi bersama dia, namun di luar itu dia masih memperhatikan saya. Saat saya curhat untuk keluar kerja karena kondisi pekerjaan, tidak lama kemuadia dia menawarkan bebagai macam pekerjaan untuk saya. Ditengah kesibukanya dia masih menyempatkan diri memperhatikan saya. Dari bang Yopy pula saya diajarkan bahwa pemahaman Alkitab bukan hanya soal pengetahuan Alkitab, namun perlu dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Dan hubungan dengan pembimbing adalah seperti hubungan "bapa dengan anak". Dan meski saya sudah tidak berada dalam kelompok PA nya, hubungan "bapa dan anak " ini sampai saat ini masih terjaga.




Pembimbing Kedua saya ialah Bang Antonius Parangin-angin,
dari beliau saya belajar tentang kelemah-lembutan hati, ketaatan, dan kasih yang bukan dari perkataan saja.
Kalau diingat kebaikkannya, dia menyatakan kasih bukan hanya melalui perkataan, ntetapi dengan tindakan juga. Luar biasa, saat saya cerita masalah dana penelitian untuk skripsi yg kurang, tak lama kemudian dia mengirimkan uang untuk penelitian saya. Padahal saya tidak memintanya.



Dan saat ini saya berada di bawah bimbingan Bang Hasudungan Ridwan P. Sirait, dari beliau saya belajar memberi, mengasihi, "leadership", dan etos kerja yang baik. Beliau juga di luar dugaan orang2 disekelilingnya, justru kasihnya juga terbukti, mungkin orang-orang disekelilingnya berpendapat dia "cuek", namun sebenarnya ada perhatian yg luar biasa.
Terbukti saat, saya ada masalah beliau bertindak sebagai penasehat saya, saat aaya merasa lemah dia menguatkan saya seperti sahabat.
Bulan lalu, saya pindah kerja, dan mengharuskan saya untuk pindah kost, beliau menawarkan diri untuk membantu saya pindahan, dan saya melihat ketulusannnya yg luar biasa saat dia membantu saya memindahkan semua barang2 saya ke tempat kost baru.




Awal pertemuan saya dengan bang Sudung di mulai saat saya dikenalkan oleh ka Eva, yang saat itu belum menjadi istrinya. Awalnya saya masih ingin untuk PA kembali sama Bang Yopy, Namun karena kesibukan Bang Yopy, saya akhirnya memutuskan untuk mau taat PA sama Bang Sudung. Waktu awal PA, kami perlu memahami dan membangun hubungan dengan karakter yang berbeda. Hal ini ternyata tidak mudah, kami malah pernah sama-sama emosi, hanya gara-gara hal sepele. Namun ketika saya taat untuk berada di bawah otoritasnya, saya semakin banyak belajar.

Makasih buat semua pembimbing Rohani saya, Bang Yopy Halomoan Sinaga, Bang Antonius Parangin-angin, Bang Hasudungan Ridwan Parsaoran Sirait. Meski kita dari latar belakang adat dan keluarga yang berbeda, ternyata Tuhan mempertemukan kita untuk saling membangun. Besi menajamkan besi dan manusia menajamkan sesamanya. TUHAN telah memakai kalian menjadi alat-Nya yang luar biasa.

Bersyukurlah istri-istri pembimbing rohaniku, Ka Linda Istinya Bang Yopy, Ka Risna Waty istrinya Bang Anton, Ka Eva istrinya Bang Sudung. Bersukacitalah kalian karena memiliki suami yang luar biasa. Dan saya juga bersyukur karena kalian bisa menjadi istri yang mendukung suami dengan landasan kasih Kristus.